Kanvas Puisi

KARYA

EPISOD LUKA

Usah mendabik dada membilang cinta
Jika keraiannya tidak sanggup dikongsi sama
Sedang kesusahanmu cepat saja 
Dimaklum dia

Apakah kau tidak malu
Membuka dadamu dengan dusta
Di balik ungkapan cinta
Yang ada hanyalah
Sebuah manipulasi 
Seorang dia
Kau bukan mencintai 
Kau hanya memanipulasi

Sedarlah wahai jiwa
Jika ini benarnya
Tiada perlu berdusta lagi
Bangkitkan kebenaran di dalam dadamu
Kerna segalanya itu
Sudah difahami jiwa
Kita

Masliana Ibrahim
12.39 tengahari, 14.8.2019

WAKTU AKU REHAT

Sesekali tersadung hatinya
Yang diperlukan dirinya
Hanyalah waktu rehat dan rawat
Bukan terusan memburu mimpi
Biar seketika menikmati
Indahnya rumput dipijak
dan cantiknya langit di atas sana
Secukupnya merawat hati dan jiwanya
Satu saat nanti pasti kembali
Menjengah mimpi yang belum
Di sentuh jiwanya

Masliana Ibrahim
Sempena kelahiranku, 18.8.2019

MAKNA SEBUAH KEMBARA

Perjalanan yang seketika
Meneroka indahnya alam Dia
Jalan lama sunyi dan sepi
Yang ada hanya warna warna 
Asli terlakar sejak azali
Minda membacanya biasa
Tiada makna
Hati yang terbuka
Merasai dan memaknai
Segalanya adalah luar biasa

Masliana Ibrahim
5.56 petang, 28.9.2019




ALAM

Alam ini
Terlalu indah
Buat aku, engkau dan Dia
Kutelusi hari-hari sepiku
Denganmu alam
Demi cinta Dia
Bagaimana harus aku khabarkan
Pada dunia tentangmu alam
Ia ada di sekeliling kita
Namun mata yang membutakannya
Pandang ia dengan mata hati
Nescayakan
Kau akan temui
Permata indah ada dalam diri
Tersembunyi dek ilusi nyata
Tipu daya yang membutakannya
Tiap kita sangat berbeza
Aku jua
Turut menyedari
Tika aku mula
Menghargai
Oh alam
Diciptakanmu
Sebagai ingatan
Buat jiwa
Setiap manusia
Akan
Yang Maha Pencipta
Kita semua akan dikembalikan
pada Dia sampai kapan tiba
Apa siapkah dirimu sayang
Membawa hati dan jiwa
Murni

Masliana Ibrahim
9.38 pagi, 9 Januari 2019

SEKAWAN BANGAU PUTIH

Usai pulang 
Dikendong motor
Petang itu
Kumenoleh dari atas boncengan
Ke arah Pulau Sekati di seberang sungai
Kelihatan sekumpulan
bangau putih
Terbang sekawan
Terpesona
Dengan cantiknya
Susunan sekawan bangau
yang terbang sehala
Membina kelompok besar
Menuju destinasi pulang
Lantas mata tertangkap lagi
Pada sekawan bangau lain
Bertenggek tenang di atas pohon
Subhan Allah
Cantiknya permandangan itu
Pepohon hijau dihias
Putihnya bangau
Melata
Terasa diraikan alam
Petang nan sunyi
Kehadiranku di sini
Seolah dinantikan mereka
Untuk persembahan
Alam
Di petang itu
Syukur Ya Maha Esa
Aku masih diterima
Dan dipilihMu
Sebagai saksi
KebesaranMu

Masliana Ibrahim
7.28 pagi, 31 Disember 2018

Dua buah puisi di atas adalah PETIKAN DARI buku pertama DIRI YANG KEMBALI, koleksi puisi meraikan permata jiwa. Jemput baca seterusnya di dalam BUKUNYA YA. =)




CERITERA PUISI TARIAN OMBAK

Kunjungan ke pantai lagi sore tadi
Melihat ombak nan indah
Berdikit-dikit menonjolkan diri
Bersusun-susun dari tengah laut
Mengatur corak ombak
Bersambung-sambung persembahannya
Dari tengah laut hingga ke gigi air

Aku melangkah ke dalam air
Sejuk dan tulus rasa menerpa di kaki
Warna hijau zamrud yang sedikit cair
Mencuit pandangan mata hatiku
Sejurus menikmati keindahan ombak
Dan bebuihnya memutih
Berbusa-busa

Di tengah alunan tarian ombak tadi
Ku terpandang seketul obor-obor kebiruan
Cantik lagi mempersonakan
Memunculkan dirinya
Segera aku menelusi indahnya sang obor-obor tadi
Hingga tiada kelihatan lagi

Sang obor pada mulanya ku sangkakan
Plastik terbuang
Ternyata ia sang obor yang cantik
Di bagian atasnya berbonjol bonjol
Tika berenang riang di dalam air
Laut yang tenang

Lama aku di sini
Menaakul apa yang sedang alam
persembahkan
Mana mungkin aku berlalu sepi
Tanpa sebuah kefahaman
Utuh di sanubari

Terima kasih pantai
Seringkali menerima kunjunganku tanpa henti
Dan setiap kalinya kau memberi persembahan berbeda
Indah lagi tiada peri
Hanya aku yang memahami
Keraianmu buat aku di sini
Nanti senang akukan muncul lagi
Usah sepi tanpa aku
Kerna kita telah terhubung dalam irama mistiknya alam Dia
Aku pastikan muncul
Tatkalau kau bersedia menerimaku lagi

Masliana Ibrahim
Pantai Batu Buruk

Leave a Reply

Hakcipta Terpelihara © 2020 Kanvas Puisi